Lebih dari 34 jam, pesawat carter yang membawa Muhammad Nazaruddin ‘mudik’ ke tanah air belum juga sampai. Setelah alami beberapa kali transit, pesawat Jet milik Gulfstream akan mendarat pukul 19.30 WIB.

” Sampai di KPK mungkin sekitar 21.00 WIB” kata Juru Bicara KPK Johan Budi SP di Gedung KPK, Sabtu 13 Agustus 2011. ” Pul 14.00 WIB, pesawat carter itu baru berangkat dari Maldives” Continue Reading »

Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) menyatakan tidak memberikan pembekalan khusus kepada tim penjemput tersangka kasus korupsi proyek wisma atlet SEA Games, Muhammad Nazaruddin. Hal itu dikatakan Kepala Bagian Reserse dan Kriminal Mabes Polri Inspektur Jenderal Sutarman, Sabtu, 13 Agustus 2011.

“Tidak ada pembekalan khusus. Kemampuan pengawalan dan pengamanan sudah dimiliki,” kata Sutarman lewat pesan pendek. Continue Reading »

Banyak pihak mengkhawatirkan nasib tas ransel hitam yang ditenteng Muhammad Nazaruddin saat ia ditangkap dua petugas Interpol di Cartagena, Kolombia, pada Minggu, 7 Agustus lalu. Tas hitam itu diyakini berisi bukti-bukti atas berbagai tudingan yang kerap dilontarkan Nazar selama dalam pelariannya.

Menurut Duta Besar RI di Bogota, Michael Menufandu, tas hitam itu masih dilihatnya ada di kursi panjang di mana Nazar tergolek kelelahan. Saat itu Michael menemui Nazaruddin dalam tahanan polisi di Cartagena. “Waktu itu dia belum diborgol. ” kata Michael “Tapi sorenya, setelah kami tinggal sekitar sejam untuk membeli santapan buka puasa, kami lihat Nazar sudah diikat dengan tali putih di pergelangan tangannya.” Continue Reading »

Marzuki Alie. ANTARA/Yudhi Mahatma

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie mengaku terpukul dengan sejumlah perkara korupsi yang menimpa beberapa kader partainya, Partai Demokrat. Ia pun mengusulkan tiga jurus untuk memberantas korupsi di Indonesia. “Kalau tiga ini dijalankan, saya yakin dalam lima tahun Indonesia bersih dari korupsi,” ujarnya kepada wartawan di gedung DPR, Jumat 29 Juli 2011.

Marzuki memaparkan jurus pertama yang harus dilakukan adalah memutihkan semua kasus korupsi yang pernah terjadi di masa lalu. “Jadi kita maafkan semuanya, kita minta semua dana yang ada di luar negeri untuk masuk. Tapi kita kenakan pajak,” ujarnya. Langkah pemutihan ini menurutnya harus dilakukan agar pemerintah dan penegak hukum tak dibebani kejahatan di masa lalu. “Capek kita ngurusin masa lalu terus.” Continue Reading »

« Previous PageNext Page »