Soal Pembelaan Koruptor, Ini Jawaban Marzuki

TEMPO/Iqbal Lubis

Apa sebenarnya latar belakang Ketua DPR Marzuki Alie melontarkan pernyataan kontroversial soal pembubaran Komisi Antikorupsi dan pentingnya memaafkan para koruptor? Dan berubahkah sikap Marzuki menyusul serangan bertubi-tubi atas pernyataannya itu?

Marzuki yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ternyata tetap berkukuh tak ada yang salah dalam pernyataannya itu. Ia beralasan usulannya memaafkan para koruptor yang telah mengembalikan duit hasil korupsi itu adalah terobosan baru sebagai salah satu upaya mengembalikan duit negara.

“Ini upaya terobosan untuk mengambil kembali duit negara yang selama ini dibawa kabur ke luar negeri,” katanya ketika dihubungi Tempo, Sabtu malam 30 Juli 2011.

Marzuki mengatakan selama ini upaya menarik kembali duit negara yang dibawa kabur para koruptor berujung pada kesia-siaan. Padahal upaya penarikan kembali duit negara yang dibawa kabur para koruptor itu memakan biaya dan tenaga. “Apa kita biarkan saja orang menikmati duit negara itu?” katanya.

Karena itu Marzuki melempar wacana agar para koruptor yang menjarah duit negara itu dimaafkan jika mereka mau mengembalikan duit tersebut ke negara. Tujuannya, kata Marzuki, “Agar uang tersebut bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat.”

Para koruptor yang nantinya mau kembali ke Indonesia dan mengembalikan duit yang mereka jarah, kata Marzuki, bisa dimaafkan atau dikasih grasi. Tapi, ia melanjutkan, mereka juga harus membayar bunga dari duit negara yang selama ini mereka bawa ke luar negeri. “Atau mereka juga harus bayar pajaknya.”

Para koruptor tersebut, menurut Marzuki, sebenarnya juga tak ingin jadi pelarian di luar negeri. “Mereka yang sudah lama di luar negeri itu merasa terasing. Itu sudah hukuman buat mereka,” katanya.

Mengenai banyaknya tokoh yang menyerang wacana yang ia lempar ini, Marzuki tak ambil pusing. Saat ini, kata Marzuki, yang terpenting adalah mencari solusi agar duit negara yang dibawa para koruptor itu bisa dikembalikan ke kas negara.

“Kalau (mengusulkan yang) berbeda seolah-olah saya ini tidak mengerti aturan.” kata Marzuki. “Semua bicara dan mengkritik tapi adakah yang memberi terobosan. Jangan hanya berdebat.”

Marzuki juga menepis tudingan sejumlah pihak yang menganggap dirinya prokoruptor karena mengusulkan agar para koruptor dimaafkan. Ia juga membantah bahwa usulan tersebut terkait dengan Nazaruddin yang saat ini masih buron agar kembali ke Indonesia. “Saya tidak berpihak pada koruptor,” katanya.

 

TempoInteraktif.com




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: