Marzuki Alie Pelopori Pembubaran KPK

TEMPO/Iqbal Lubis

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie menyerukan agar Komisi Pemberantasan Korupsi dibubarkan jika tudingan Muhammad Nazaruddin mengandung kebenaran. “Sebaiknya (KPK) bedol desa, atau lembaganya dibubarkan saja,” kata dia di gedung DPR kemarin.

Tidak hanya itu, dia juga mengimbau agar para koruptor diampuni. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat ini mengusulkan untuk memutihkan semua kasus korupsi yang pernah terjadi di masa lalu. “Kita maafkan semuanya. Capek kita ngurusin masa lalu terus,” kata Marzuki. Setelah pemutihan dilakukan, dana yang ada di luar negeri diminta masuk namun dikenai pajak.

Sebelumnya, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat M. Nazaruddin, yang kini jadi buron di luar negeri, menuding KPK terlibat pengaturan penyidikan kasus wisma atlet yang menjerat dirinya. Ia menuding petinggi KPK, Chandra M. Hamzah, dan Deputi Bidang Penindakan Ade Rahardja membuat kesepakatan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum untuk melokalisasi kasus. Tudingan ini telah dibantah oleh Chandra, Ade, maupun Anas Urbaningrum.

Pernyataan Marzuki juga menyambar Panitia Seleksi Pemimpin KPK, yang tengah bekerja. Menurut dia, jika memang tak ada lagi sosok yang kredibel memimpin KPK, sebaiknya lembaganya dibubarkan saja. “Panitia Seleksi harus jujur.”

Pernyataan Marzuki menuai kecaman keras. Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi, Said Zainal Abidin, menilai Marzuki memposisikan diri sebagai penolak kehadiran komisi antikorupsi. Padahal kasus yang mengobok-obok pejabat KPK bermula dari ulah kader Partai Demokrat. “Wabahnya kan Partai Demokrat. Kalau mau dibubarkan, ya, wabahnya dulu yang dibubarkan.”

Said menegaskan, KPK sejauh ini sudah menjalankan fungsinya dengan baik. “Terbukti, banyak anggota Dewan yang terjerat kasus korupsi (ditangkap).”

Direktur Pusat Kajian Antikorupsi, Zaenal Arifin, menilai keinginan Marzuki mengampuni para koruptor menandakan pikiran Marzuki bertentangan dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga presiden, yakni Susilo Bambang Yudhoyono. “Boleh jadi ini juga ‘diderita’ anggota Partai Demokrat lainnya.”

 

TempoInteraktif.com




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: