PLN Impor Listrik dari Malaysia

PT PLN (Persero) dan perusahaan listrik Malaysia yaitu Sarawak Energy Berhad (SEB) melakukan kerjasama pembangunan jaringan listrik yang melintasi Indonesia dan Malaysia. Sehingga PLN bisa mengimpor listrik dari Malaysia.

Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN Bambang Dwiyanto mengatakan, pembangunan jaringan interkoneksi kedua negara dilakukan terkait dengan rencana jual beli listrik antara dua sistem kelistrikan di Kalimantan, yaitu Kalimantan Barat (Indonesia) dan Sarawak (Malaysia).

“Rencananya, jangka waktu kerjasama jual beli tenaga listrik antara PLN dengan SEB akan berlangsung selama 25 tahun yang akan terbagi dalam 2 tahapan kerjasama. Tahap pertama, akan berlangsung pada masa 5 tahun pertama di mana PLN akan melakukan impor tenaga listrik dari SEB,” jelas Bambang dalam siaran pers, Senin (18/7/2011).

Pola transfer daya listrik tersebut adalah untuk beban dasar sebesar 50 MW dan untuk beban puncak sebesar 180 MW.

Sementara untuk tahap kedua setelah 5 tahun, PLN dan SEB akan melakukan saling impor dan ekspor tenaga listrik berdasarkan keekonomian kedua sisten tenaga listrik.

“Pada tahapan ini, pola transfer daya akan menggunakan prinsip day-head agreement, artinya disepakati sehari sebelum transfer daya dilaksanakan dan bergantung kepada situasi operasi kedua sistem,” kata Bambang.

Menurut Bambang, dengan adanya kerjasama pembangunan interkoneksi ini, maka potensi keuntungan yang bisa dirasakan oleh PLN dalam penyediaan tenaga listrik, khususnya di wilayah Kalimantan Barat, diantaranya :

  • Meningkatkan pasokan daya non-BBM ke Kalimantan Barat yang berasal dari Sarawak yang secara mayoritas dibangkitkan dengan menggunakan PLTA yang lebih ekonomis, sehingga memungkinkan penurunan biaya operasi.
  • Meningkatkan keandalan operasi sistem kelistrikan Kalimantan Barat, sekaligus meningkatkan cadangan daya sistem kelistrikan Kalimantan Barat

Perjanjian PLN dan SEB ini ditandatangani oleh Direktur Perencanaan PLN Nasri Sebayang dengan Chief Of Executive Officer SEB, Mr. Torstein Dale Sjotveit.

Jaringan Interkoneksi lintas negara ini akan dibangun dengan menggunakan transmisi 275 KV sepanjang 122 Km dari Bengkayang di Kalimantan Barat hingga ke Mambong di Serawak. Dari panjang jaringan 122 Km tadi, 86 Km diantaranya berada di wilayah Kalimantan Barat dan sisanya sepanjang 36 Km berada di wilayah Serawak. Diharapkan jaringan transmisi 275 kV ini sudah bisa beroperasi pada Juli 2014.

detik.com




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: