SMS Keluhan Marzuki kepada Yudhoyono dari Rusia Bocor

Marzuki Alie. TEMPO/Imam Sukamto

Pesan pendek (SMS) yang dikirimkan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Marzuki Alie kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bocor. Pesan berisi keluhan Marzuki tentang ketegangan di tubuh Partai Demokrat itu beredar di kalangan wartawan.

Pesan yang bocor di kalangan wartawan itu menyebutkan bahwa Marzuki mengeluhkan saling hujat yang terjadi di kalangan petinggi Partai Demokrat. Menurut Marzuki, itu hal buruk yang bisa membuat citra Partai Demokrat jatuh. Oleh karena itu, dia meminta Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat untuk bertindak.

Kegusaran Marzuki dipicu oleh pernyataan sejumlah politikus dalam acara Jakarta Lawyer Club yang disiarkan sebuah stasiun televisi beberapa waktu lalu. Pernyataan politikus Demokrat–antara lain Ruhut Sitompul, Deny Kailimang, dan Amir Syamsudin–tentang Nazaruddin dalam acara tersebut terkesan saling memojokkan dan saling menyerang. Waktu menulis pesan itu, Marzuki mengaku sedang berada di Rusia. Dari sanalah dia mengirimkan pesannya.

Dalam salinan pesan pendek yang beredar, Marzuki menuliskan bahwa aksi saling serang antarpengurus partai sudah berkali-kali terjadi. Hal itu menunjukkan manajemen partai tidak efektif lagi. “Ini masalah leadership,” tulis Marzuki.

Sebagai pribadi dan sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina, kata Marzuki dalam pesannya, dia tak mau ikut-ikutan dalam urusan operasional Dewan Pimpinan Pusat Demokrat. Tapi, bila hal itu dibiarkan, “Setiap hari kita akan didegradasi oleh kita sendiri dengan provokasi media. Kita akan menuju kehancuran.”

Oleh karena itu, Marzuki menulis, “Mohon Ketua Dewan Pembina mengambil tindakan tegas untuk menyelamatkan partai, kami siap diperintah dan mendukung…”

Menurut Marzuki, SMS itu dia kirim atas nama Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat kepada Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Hal itu merupakan cara komunikasi yang biasa dilakukan di lingkup internal Partai Demokrat.

“Intinya, kami sebagai anggota Dewan Pembina punya hak menyarankan kepada Ketua Dewan Pembina,” kata Marzuki Ali dalam pesan pendek yang diterima Tempo kemarin.

Menurut Marzuki, pesan itu sama sekali tidak bermaksud menggoyang kepengurusan Partai Demokrat yang dipimpin Anas Urbaningrum–pesaing yang mengalahkan Marzuki dalam Kongres Partai Demokrat. “Justru untuk menindak siapa pun yang melanggar perintah atau instruksi DPP,” katanya.

Marzuki juga meminta media mencatat pernyataan dia sebelumnya bahwa sejauh ini belum cukup alasan menggelar kongres luar biasa–yang bisa menggusur kepemimpinan di Demokrat. “Tidak ada alasan untuk KLB hanya karena celotehan Nazar,” ujarnya.

 

Tempointeraktif




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: