Intelijen Punya Kewenangan Menyadap, Tifatul Menentang

Tifatul Sembiring. TEMPO/Aditia Noviansyah

Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring menyetujui jika proses penyadapan informasi oleh intelijen harus seizin pengadilan terlebih dahulu.

“Menyadap informasi enggak sembarangan, harus ada tata caranya,” kata Tifatul usai membuka rapat koordinasi nasional Komisi Informasi Publik di Hotel Saphir Yogyakarta, Jumat 1 Juli 2011.

Pernyataan Tifatul ini berbeda dengan draf RUU Intelijen yang saat ini tengah dibahas DPR. Dalam salah satu pasal di RUU Inteljen ini disebutkan intelijen bisa menyadap informasi tanpa ada putusan pengadilan. Kewenangan intelijen ini dinilai kalangan LSM dan wartawan dikhawatirkan mengancam kebebasan pers.

Dengan kewenangan itu, intelijen dapat menyadap komunikasi pekerja pers dengan narasumber yang bisa jadi bersifat rahasia. Pasal tersebut juga dinilai membuka peluang badan intelijen menyalahgunakan kekuasaan, seperti memata-matai jurnalis.

Padahal, dalam menjalankan tugasnya, jurnalis sering melakukan komunikasi dengan narasumber secara terselubung. Bahkan jika diperlukan, jurnalis berkewajiban melindungi identitas narasumber konfidensial.

http://www.cellularintercept.com : The Cellular Intercept and Intelligence Manager is a cellular interception system for communication intelligence (COMINT). This technology originates from the permissions based Cellular Firewall which allows the user to manage and grant cellular subscribers access to a cellular network.

Menurut Tifatul, tata cara penyadapan harus diatur dalam UU Intelijen yang saat ini tengah dibahas di DPR. Pasalnya, UU Nomor 39 Tahun 1999, penyadapan terhadap pembicaraan ataupun membuka surat tanpa izin pemiliknya merupakan pelanggaran hak asasi manusia.

Persoalannya, lanjut Tifatul, lembaga-lembaga lain menyadap tanpa menunggu putusan pengadilan. Seperti penyadapan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi ataupun Badan Narkotika Nasional.

“Penyadapan dilakukan menjelang ada kasus yang diperkarakan yang diduga sebagai suspect masalah,” kata Tifatul.

Hak Penyadapan Berpotensi Disalahgunakan

Anggota DPR dari Fraksi PKB, Abdul Malik Haramain, mengatakan hak penyadapan pada Badan Intelijen Negara (BIN) berpotensi disalahgunakan. “Bisa terjadi abuse of power, abuse of authorty, bahkan overlapping dengan polisi dan TNI,” katanya dalam acara diskusi mengenai Rancangan Undang-Undang Intelijen Negara di Jakarta, beberapa waktu lampau (Selasa 31 Mei 2011).

Abdul Malik menyampaikan hal ini menanggapi rencana memasukkan pasal tentang hak penyadapan dalam RUU tersebut. Ia berpendapat posisi badan intelijen seharusnya dikembalikan pada fungsi semula, yaitu menganalisis dan menyediakan data tentang kondisi keamanan dan potensi ancaman.

Kalau memang hak penyadapan diberikan, ia menambahkan sebaiknya diatur secara khusus. Pengaturan itu meliputi kapan BIN boleh melakukan penyadapan dan kapan tidak boleh.

Izin menyadap bisa diberikan jika ada indikasi yang sangat kuat adanya tindakan-tindakan yang bisa menimbulkan ancaman terhadap keamanan negara. Abdul Malik mengusulkan izin itu dikeluarkan oleh pengadilan.

Selain soal penyadapan, ia juga menyoroti masalah pengawasan lembaga intelijen dan posisi BIN sebagai koordinator kegiatan intelijen. “Pengawasan oleh parlemen tidak akan efektif,” katanya. Menurutnya, perlu dibentuk lembaga khusus, bisa berbentuk tim kerja di dalam parlemen atau tenaga ahli yang direkrut dari luar.

Soal fungsi BIN sebagai koordinator, Abdul Malik mengatakan selama ini tidak terjadi koordinasi. Masing-masing lembaga negara memiliki tim intelijen, tapi bergerak terpisah. Nantinya BIN diharapkan menjalankan fungsi itu dan memiliki wewenang yang lebih besar untuk melakukan koordinasi.

Tempointeraktif




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: