Ancaman : Media Kritis, Boikot Saja

Dipo Alam. ANTARA/Yudhi Mahatma

Ada apa dengan pejabat di negeri ini, bukannya mendukung kebebasan pers sebagai pilar ke-4 demokrasi, sebaliknya  mendorong semua jajaran kementerian dan lembaga negara untuk memboikot media yang terlalu kritis terhadap pemerintah.  Jika berasumsi  kekritisan menggiring terciptanya “kekeliruan” di tengah masyarakat, maka ini adalah respon ketakutan yang mengada-ada sebab tidak akan terjadi “misleading” bila fakta dilapangan sanggup mementahkan segala kekritisan yang diluap-luapkan media. Apakah misleading dapat mendorong terjadinya penggulingan pemerintah?

Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam mengaku telah memerintahkan seluruh jajaran kementerian dan lembaga negara untuk memboikot media yang terlalu kritis terhadap pemerintah. Boikot dilakukan dengan tidak memasang iklan di media tersebut.


Negeri ini benar-benar negeri ANCAM MENGACAM,  setelah sebelumnya episode  “Cubit Menyubit” , kini giliran “Kritik Tajam Berbuah Boikot”, tak tanggung-tanggung sang pejabat mengajak seluruh lembaga di negeri ini melakukan boikot. Tak heran jika negeri ini bakal tenggelam oleh perilaku “Ancam-Mengancam”.

Dipo menegaskan, boikot terhadap kedua media massa itu dilakukan karena menayangkan berita yang isinya selalu mengkritik pemerintah. Menurut Dipo tanyangan itu bisa menyebabkan investor pada lari.

“Memberitakan soal keburukan, pemerintah gagal sehingga terjadi misleading di masyarakat. Itu kan salah, boikot saja,” kata Dipo Alam di Istana Bogor, Senin (21/2). Dipo mengatakan, akan terus memantau semua Kementerian danLembaga Negara agar instruksi itu dilaksanakan. “Kalau intinya media ini terus mengkritik, buat apa pasang di sana. Kalau mau kerja sama, mari yang obyektif, ” kata Dipo.

Ia menegaskan, boikot ini sama sekali tidak melanggar kebebasan pers. Dia beralasan selaku pihak yang memiliki uang berhak memasang iklan di media mana pun. Dia juga tidak takut seandainya dipermasalahkan ke Dewan Pers . “Kita bukan alergi kritik. Boleh kritik, kita senang dikritik asal tidak menyebabkan mis lead , that is wrong,” katanya.

-TempoInteraktif.com | Martin Simamora




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: