Arief, Saksi Kunci Tragedi Ahmadiyah Cikeusik Kini Diancam

hizbut-tahrir.or.id Para Kyai Desak Ahmadiyah Dibubarkan

Tak beberapa lama setelah tragedi kemanusiaan memilukan yang menimpa saudara-saudara  sebangsa dan setanah air-“Ahmadiyah”- di Youtube segera tersiar  dokumentasi tragedi tersebut yang menggambarkan bagaimana “pembantaian brutal” , tentu saja dengan visualisasi yang sadis.  Siapakah perekamnya.  Namun justru melalui dokumenntasi inilah pihak kepolisian “terbantu” untuk mengusutnya. Arif , sang perekam, sejatinya akan menyampaikan kesaksian terkait dokumentasi penyerangan terhadap jemaat Ahmadiyah oleh massa anarkis, di Markas besar Polri, sayangnya karena nyawa Arif terancam maka rencana ini dibatalkan.


“Sebenarnya, kami mau membawa Saudara A ke teman-teman media. Tetapi, tadi ada peringatan dari Kabareskrim bahwa mendapat informasi terkait keselamatan dan sudah menjadi target juga maka dengan berat hati Saudara A tidak bisa kita munculkan,” papar Wakil Ketua Komnas HAM Yoseph Adi Prasetyo di Bareskrim Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (11/2/2011).

Yoseph membenarkan jika Arif mendapat ancaman dari sejumlah pihak, namun ia tidak berkenan untuk mengungkapkan siapakah para pihak yang mengancam jiwa Arif.

Hanya saja Yoseph menyatakan bahwa perihal ancaman tersebut berasal dari Intelijen Polri, sifat ancamannya adalah penghilangan nyawa sehingga statusnya berbahaya. Walau demikian, Arif tetap dimintai kesaksiannya  oleh kepolisian. Batalnya kesaksian di Mabes Polri menambah satu rentet  pembatalan sebelumnya dimana Arif sedianya akan menyampaikan kesaksian di Komnas HAM, demi keamanannya.

Pita Biru & Pita Hijau Para Penyerang, Pertanda Apakah?

Dokumentasi yang dihasilkan oleh Arif memang berhasil mengambil momen paling dramatis yang dapat “menceritakan” banyak aspek soal penyerangan tersebut, belum lagi pengenaan pita berwarna biru dan berwarna hijau oleh para penyerang yang demikian beringas. Pertanda apakah?

Boleh jadi terekamnya massa penyerang yang ternyata mengenakan “identitas” berupa pita berwarna biru dan hijau menjadikan dokumentasi video tersebut memiliki nilai yang sangat tinggi dan berguna untuk mengungkap tabir misteri seperti siapakah massa penyerang dan siapakah aktor intelektual yang mengoordinasi atau merencanakan penyerangan.

Video penyerbuan di Cikeusik, pada Minggu (6/2) silam, yang sudah dikantongi YLBHI ini berisikan 39 klip video mulai dari rapat internal jemaat Ahmadiyah sampai adegan penyerbuan dan penyiksaan secara kejam. Nah, soal pria-pria berpita biru dan hijau itu juga terekam dalam video.

Dalam file video M2U02093.MPG, tampak adegan penyerbu mendatangi rumah Ahmadiyah. Para penyerbu mengenakan pita biru. Pita ini berukuran kecil dan disematkan di bagian dada kanan, kiri, lengan baju atau kerah, atau topi atau penutup kepala. Pita ini tampak jelas pada rombongan pertama yang mendatangi rumah jemaat Ahmadiyah.

Setelah kerusuhan mulai pecah, lebih banyak lagi penyerbu yang datang dengan pita biru disematkan pada pakaian mereka. Namun rupanya, bukan hanya pita biru saja yang dipakai.

Belakangan, setelah kerusuhan dan perang batu berlangsung selama 15 menit, datang pula penyerbu rombongan kedua yang memakai pita hijau. Pita kecil ini pun disematkan di pakaian penyerbu, baik di baju, atau topi. Jumlahnya cukup banyak. Mereka langsung bergabung dengan penyerbu pita biru menimpuki dan merusak rumah dan mobil Toyota Innova hitam bernomor polisi B 1435 YE.

Yang jelas, ada juga warga sekitar yang ikut menonton kejadian ini. Mereka tampak hanya mengamati kejadian. Nah warga sekitar yang diam saja ini, tidak tampak memakai pita apa pun di baju mereka.

Hingga kini, soal penggunaan pita biru dan pita hijau oleh massa masih misterius. Namun, dari penggunaan pita itu, terindikasi bahwa penyerbuan ini memang sudah terkoordinasi dengan baik. Siapa orang di balik kasus ini, hingga kini juga masih belum jelas. Polri pun mengatakan masih mendalami hal ini.

Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi berpendapat pita biru itu memiliki arti, “Pita biru itu ada artinya. Tetapi akan disampaikan setelah kita mendapatkan keterangan dari saksi-saksi apa alasannya memakai pita biru,” kata Ito di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (11/2/2011). Namun ia enggan menjelaskan lebih lanjut.

Ito menuturkan, pihaknya terus mendalami kasus rusuh Ahmadiyah dan belum menghasilkan kesimpulan apa pun. “Yang pasti, pihak-pihak terkait sudah diperiksa dan kita sudah menganalisa gambar-gambar. Nanti dari situ kita simpulkan,” kata Ito.

Namun lucunya pihak kepolisian terhadap para pelaku tidak menyampaikan sebuah pesan yang menyirat betapa kepolisian tidak serius, sebab dilansir detik.com, Ito menyatakan, berharap pihak-pihak yang merasa terlibat menyerahkan diri. “Kita ingin memproses secara hukum karena tidak  ingin menggunakan kekerasan,” ujar Ito.

Ito menjelaskan 3 dari 5 orang yang telah ditetapkan menjadi tersangka tidak ditahan lantaran masih perlu didalami keterlibatan mereka.

“Bukan dilepas, sementara ini indikasi keterlibatan perlu didalami lagi. Kalau indikasi keterlibatan sudah ditemukan nah baru,” kata dia.

Ketika ditanya mengenai dugaan keterlibatan sebuah ormas Islam di Banten, Ito menjawab hal itu masih ditelusuri. “Nanti kita lihat dari hasil penyelidikan,” kata Ito.

Mabes Polri telah menetapkan 5 tersangka insiden penyerangan Ahmadiyah. 2 Tersangka telah ditahan.

Tragedi Cikeusik Upaya Ahmadiyah Untuk Cari Dukungan yang lebih luas?

Temuan fakta kasus Cikeusik dari LBH Jakarta, Kontras, HRWG, ILRC dan YLBHI.

  • Lembar pertama berisi poin “mengapa ada warga Ahmadiyah datang ke Cikeusik?” Isinya adalah:

Tanggal 29 Januari 2011, ada ancaman dan teror bahwa akan ada penyerbuan. Pesan diteruskan kepada jamaah yang lain.

Tanggal 4 Februari 2011, ada teror dan ancaman berupa SMS bahwa akan ada penyerbuan sekitar tanggal 5 atau 6 Februari.

Lalu, 3 orang yang bertahan menghubungi kolega-kolega Ahmadiyah yang terancam kehilangan properti dan aset.

17 Warga Ahmadiyah datang membantu untuk mempertahankan yang menjadi properti dan hak milik Ahmadiyah.

17 Orang Ahmadiyah berangkat tanggal 5 Februari malam dan sampai Cikeusik tanggal 6 Februari pukul 08.00 WIB.

  • Lembar kedua bertuliskan “apakah 17 orang yang datang ke Cikeusik melakukan provokasi dan menantang warga?” Isinya:

“Menurut keterangan resmi Kepolisian, kerusuhan disebabkan oleh 17 orang Ahmadiyah menantang warga karena mengeluarkan statement akan mempertahankan properti hingga titik darah penghabisan.”

Pernyataan ini adalah salah satu penggalan dialog antara 17 jemaah Ahmadiyah yang baru sampai ke Cikeusik dengan aparat Kepolisian yang datang ke rumah Pak Sutarman 1 jam sebelum penyerangan.

Dialog ini bersifat privat, tertutup dan disampaikan dengan kekeluargaan hanya dengan aparat Kepolisian.

Pernyataan ini tidak disampaikan kepada massa yang bisa dikategorikan tantangan.

Pertanyaannya, kenapa aparat Kepolisian membocorkan pernyataan itu dan justru memprovokasi massa penyerang?

Kenapa polisi menggunakan dalil ini sebagai penyebab bukan fokus pada gerakan perencanaan dan pelaksanaan penyerangan yang telah dipersiapkan secara matang, terorganisir dan terstruktur?

  • Lembar ketiga, “Apakah penyerangan timbul karena 17 warga Ahmadiyah datang ke Cikeusik?” Isinya:

Ini sangat keliru karena sesungguhnya massa sudah ada di sekitar.
Penyerang berasal dari luar Cikeusik. Jadi butuh waktu minimal 3 jam.
17 Warga Ahmadiyah baru sampai pukul 08.00 WIB. Dialog dengan polisi pukul 09.00 WIB dan para penyerang menyerbu rumah pukul 09.45 WIB.

  • Lembar keempat: berarti ada atau tidak 17 jamaah Ahmadiyah penyerangan tetap terjadi.

Sementara itu, kuasa hukum Arif, Nurcholis, menyampaikan hal yang sama. Ia juga membantah 17 orang Ahmadiyah bukan bagian dari skenario yang memprovokasi warga.

“Akhir-akhir ini beritanya soalnya sudah mengarah seolah-olah itu rekayasa dan 17 warga Ahmadiyah itu jadi bagian dari skenario lalu memprovokasi warga. Itu tidak benar,” tegasnya.

diolah dari detik.com




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: