Aktivis HAM Internasional: Pemerintah RI Berkepribadian Ganda

Terhadap terorisme Indonesia mampu bersikap tegas dan tanpa kompromi dalam penanganannya bahkan dinilai sebagai yang paling berkomitmen memeranginya, sehingga banyak negara memuji. Sebaliknya terhadap anarkisme massa yang menyerang minoritas yang berakibat korban jiwa dan harta benda, pemerintah terlihat lamban dan terkesan membiarkan massa melakukan pengerusakan dan penghilangan nyawa manusia.

Hal ini digambarkan sebagai perilaku pemerintah yang berkepribadian ganda, oleh Anne Christine Habbard dari IFHR.

Aktivis HAM internasional menyayangkan aksi anarkisme massa akhir-akhir ini. Pemerintah Indonesia dinilai tegas dalam menangani terorisme tetapi membiarkan anarkisme massa menyerang minoritas.

“Pemerintah Indonesia memiliki kepribadian ganda. Tegas dalam memberantas tindak terorisme namun membiarkan terjadinya anarkisme massa yang menyerang minoritas,” ujar peneliti dari International Federation of Humas Rights (IFHR) Anne Christine Habbard.

Hal ini disampaikan Christine dalam jumpa pers di kantor Kontras, Jl Bobobudur, Jakpus, Kamis (10/2/2011).

Menurut Christine yang merupakan Sekjen IFHR ini, pemerintah bertanggung jawab penuh atas aksi anarkis sekelompok massa pada  beberapa waktu terakhir. Salah satunya adalah insiden penyerangan Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten pada Minggu 7 Februari 2011. “Ini semua tanggung jawab pemerintah,” kata wanita asal Prancis ini.

Christine menyayangkan catatan kelam penegakan HAM di Indonesia ini. Ia berpendapat Indonesia selama ini memiliki catatan yang bagus dalam kaitannya dengan pluralisme.

“Indonesia selama ini sudah bagus dalam pluralisme. Ini menjadi coretan tersendiri,” ujarnya.

Dalam penyerbuan di Cikeusik, Pandeglang, 3 jamaat Ahmadiyah tewas. Sedangkan 6 orang lainnya menderita luka berat.

Polisi telah resmi menetapkan 2 tersangka yakni U dan A terkait penyerangan jemaat Ahmadiyah. 1 Tersangka telah ditahan. Sedangkan 1 tersangka lainnya belum ditahan karena masih dilengkapi alat bukti.

detik.com |MS

==============

About IFHR :

The aim of the FIDH is to obtain effective improvements in the protection of victims, the prevention of Human Rights abuse and the prosecution of those responsible.

A broad mandate

FIDH’ s mandate is to contribute to the respect of all the rights defined in the Universal Declaration of Human Rights. FIDH aims at obtaining effective improvements in the protection of victims, the prevention of Human Rights violations and the sanction of their perpetrators. Its priorities are set by the triennial World Congress and the International Board (22 members), with the support of the International Secretariat (30 staff members).




    Leave a Reply

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

    Connecting to %s



%d bloggers like this: