OC Kaligis. TEMPO/Aditia Noviansyah

Otto Cornelis Kaligus resmi menjadi pengacara tersangka korupsi proyek wisma atlet SEA Games XXVI di Palembang Muhammad Nazaruddin pada Selasa, 16 Agustus 2011 dan telah diketahui oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Sejauh yang saya tahu, baru kemarin dia (Kaligis) dapat tanda tangan atau penunjukan secara resmi dari Nazar soal kuasa hukum,” kata juru bicara KPK Johan Budi SP, Rabu, 17 Agustus. “(Itu) disampaikan oleh M Nasir (anggota DPR) waktu berkunjung ke Rutan Markas Brimob.” Continue Reading »

 

Muhammad Nazaruddin

Ada yang berubah dari sikap tersangka kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Palembang Muhammad Nazaruddin sepulang dari Kolombia.

Nazar terlihat mendadak pendiam dan seperti dalam kondisi tertekan. Sikap Nazar ini jauh berbeda dari sikap yang ditunjukkannya saat ‘bernyanyi’ membuka borok sejumlah kader Partai Demokrat yang selama ini dilakukannya di media massa.

Perubahan sikap ini dikhawatirkan berbuah pada inkonsistensi sikap dari Nazar dalam kasus yang membelitnya. Continue Reading »

Indonesia Corruption Watch meminta Komisi Pemberantasan Korupsi mewaspadai upaya pembungkaman tersangka kasus suap wisma atlet SEA Games, M. Nazaruddin. Wakil Koordinator ICW Emerson Yuntho beralasan kasus yang melibatkan Nazaruddin cukup banyak dan diduga melibatkan politikus berkuasa.

“Semua yang terlibat harus diproses,” kata Emerson kemarin.

Peneliti Divisi Hukum dan Monitoring Peradilan ICW, Donal Fariz berpendapat senada. “Kita harus melihat kasus ini sebagai kejahatan sistematis,” ujarnya. Continue Reading »

Kabin pesawat jet Gulfstream G550 (ilustrasi)

Berbeda dengan buronan lain seperti Gayus Tambunan (dari Singapura) atau Zarima (dari Amerika Serikat) yang dipulangkan memakai pesawat komersial, M. Nazaruddin pulang akan menumpang pesawat jet mewah. Pesawat yang dicarter pemerintah Indonesia untuk membawa pulang Muhammad Nazaruddin, buron Komisi Pemberantasan Korupsi, adalah jenis Gulfstream. Harga sewa pesawat yang terbang Subuh hari ini, Jumat, 12 Agustus 2011, mencapai Rp 4 miliar. Continue Reading »

Next Page »